Beranda Coffee Talk

Princeton University Live in di Desa Nagasaribu

BERBAGI

Princeton University, institusi pendidikan tertua ke-empat di Amerika Serikat dan terkenal sebagai salah satu Universitas bergengsi di Dunia.Terletak di kota Princeton,di Negara bagian New Jersey Amerika Serikat. Berdiri tahun 1747 dan mempunyai mahasiswa lebih dari 8000. Universitas yang ber motto ” Dei Sub Numine Viget” ( Berkembang Dibawah Kekuatan Tuhan ) ini juga telah mencetak alumni yang berhasil memenangkan 36 hadiah Nobel, 17 National Medal of Science, 2 Abel Prize, 5 Fields, 9 Turing Award dan 3 National Medal Humaniora, serta melahirkan Alumni yang super terkenal seperti presiden Amerika Woodrow Wilson, James Madison, First lady Michelle Obama, istri Presiden Barack Obama, Artis dan penyanyi terkenal Broke Shield, David Duchovny, Eric Schmidt ( pendiri Google),sampai pengusaha kaya, pendiri Amazon, yang sekarang (2018) Tercatat sebagai orang terkaya di Dunia Jeff Bezos.

Kampus Universitas Princeton di New Jersey

Princeton juga terkenal sebagai Universitas paling selektif dalam menerima mahasiswa baru dan sebagai salah satu Universitas terkaya di dunia, yang dana nya banyak sumbangan dari Alumni.

Princeton Bridge Year itu apa ?

Mahasiswa Princeton-Intruktur Where There be Dragons dan Host Family Team -The KSU POM Humbang Coop

Ada suatu program dari Universitas Princeton untuk mahasiswa baru dan untuk program beasiswa, namanya Princeton Bridge Year (Program tahun Jembatan bagi mahasiswa. Program 9 bulan untuk mahasiswa yang memungkinkan mahasiswa dapat belajar dan terlibat dalam pekerjaan layanan masyarakat di negara Lain. Peserta Bridge Year akan mempelajari, budaya, bahasa lokal, dan hidup dengan keluarga dimana di tinggal / Live in)

Oscar (Nababan) sedang menunjukkan photo keluarganya kepada bapak nya di desa Dusun Banjar tonga -Nagasaribu
“I love eating ” but, this is secret. “Isaac said. No problem with me local foods such as gulamo, assimun, ikkau rata, ikkan robus, apalagi ma jagal……agaiiya bakkk. Mandalgup /Eating bersama teman temannya di Dusun Sitonggi-tonggi…
Ashley , Sebagai orang orang Amerkia, darah Asianya masih tampak dalam kehidupan sehari hari. “Menggisgis “Dikebun Kopi Dusun Lumban Sapa-Nagasaribu.
Cultural Show “Manortor “Bersama anak SD di Desa Nagasaribu
SMA 2 Lintongnihuta, SMA Unggulan di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Alex dan Oscar sedang main game dengan Siswa SMA

Program Bridge Year ini, suatu pendekatan pembelajaran yang benar-benar men-training mahasiswa baru, untuk bisa lepas dengan zona nyaman dan zona bebas mereka selama di negaranya, Dengan mengalami kehidupan nyata di negara lain,khususnya di kehidupan negara negara sedang berkembang. Suatu pembelajaran yang sangat inovatif dan menginspirasi mahasiswa untuk lebih peka akan lingkungan, keberagaman, dan persaudaraan global.

Alex, Suka sepakbola. Bermain bola sore hari di dusun Silaban Tornaganjang-Nagasaribu II
Jonathan…Paling kalem..setiap pulang ke host family nya di Dusun Tambunan-Desa Nagasaribu I, sudah menunggu puluhan anak-anak untuk belajar Bahasa Inggris.
Belanja Rambutan Di Pasar Baru-Lntongnihuta lagi musim rambutan, murah lagi……
Naomi, Orangnya sangat rajin, pintar lagi.. Dia tinggal di Dusun Silaban-Sibaganding-Nagasaribu II.
Diskusi tentang Pendidikan di kampus AKKB Doloksanggul

Program ini menciptakan perspektif baru tentang pelayanan dan rasa percaya diri yang lebih besar lagi dalam memulai pengalaman berkuliah sampai sarjana di kampus nanti. Dan diharapkan menjadi alumni-alumni hebat, yang dapat berkontribusi membangun kekuatan komunitas pendidikan di kampus Princeton, dimasa yang akan datang.

Pak Kolonel, Kami sebut begitu, karena beliau pensiunan polisi yang baik, sejak pulang ke Nagasaribu, kampung halamannya 10 tahun lalu, bergabung dengan KSU POM Humbang, menjadi orang tua dan penasehat kami selalu. Dalam program Namboru yang baik hati selalu membuatkan kami makanan yang enak enak …

Program Princeton Bridge Year Indonesia yang berlangsung selama 9 penuh ini, sepenuhnya di support oleh alumni alumni hebat dari kampus Princeton University.

Paling Syantik diantara mereka, menurut survey naposo /namatua bulung sedesa Nagasaribu. Noa. senang banget sama siswa SMP N 3 Nagasaribu.
Keluarga Besar Jonathan Hunter Tambunan, Di Desa Tambunan -Nagasaribu I.
Oscar, banyak fans di mana-mana . orangnya asyikk… bersama Pak Tangkas Nababan, Alex teman satu kampung di Dusun Banjartonga…eh.!! siapa yang didepan…oh ada und-og dan si kuning, selalu berkelahi katanya…mungkin mereka cemburu ada anjing lain ke kampung ini…wkwkwkkwkw.
Photo Bareng anak SMP N 3 Nagasaribu dan Princeton University
lomba karung non goni dengan anak SD, pokoknya asyikkk ma..

Program ini mirip Orientasi study dan pengenalan kampus ( OSPEK) atau pengenalan kehidupan kampus bagi mahasiswa baru ( PKKMB), bedanya di Indonesia dilakukan di dalam kampus. Tetapi secara praktek di lapangan , program Bridge Year ini, mirip program PBL ( Praktek Belajar Lapangan) atau KKN ( Kuliah Kerja Nyata -catat bukan Korupsi,Kolusi,Nepotisme ya…) bagi mahasiswa tingkat akhir…

Dari apa yang saya ( rajumi ) kalau saya renungkan, mahasiswa Princeton nanti kalau PBL/KKN nya gimana lagi ya…belum masuk perkuliahan saja sudah punya pengalaman seperti PBL/KKN, inilah yang membuat saya sometimes, kadang kadang, olo do sipata…  gitu lho….!!! Pantasen deh…kwalitas pendidikan kita ..jaraknya 2000000 Km dari mereka…

Anyway…

Program Princeton Bridge Year pertama kali di mulai pada musim gugur tahun 2009 dengan hanya 20 peserta. Sejak itu,  lebih dari 180 siswa telah ikut program ini. Untuk Tahun Akademik 2017-2018, program ini akan memberikan kesempatan kepada 30 mahasiswa di 5 negara  lokasi program seperti di Bolivia, Cina, India, Indonesia dan Senegal.

Greg… selalu ada konser dan kopi Arabika Sumatera Lintong dirumah kami, bace camp program ini Desa Tornaganjang-Nagasaribu II.
Princeton Bridge Year Program INDONESIA dalam Rumah Batak Horas Tondi Madingin, Pir Tondi Marogu. Rumah Batak -Istana Sisingamangaraja , Bakara.
Alex, Siganteng Amerika-Spanyol. Muchas Grasias Bro… Sudah mampir ke spot wisata Humbahas, Janji-Waterfals
Wow…..Hanya dua di Dunia lho….di Venezuela dan Di Tarutung-Taput Pemandian Air Soda.

Kenapa ada program Princeton Bridge Year di Desa Nagasaribu?

Universitas Princeton sangat ketat sekali dalam mengedukasi mahasiswanya dalam program Bridge year ini. Adalah “Where There Be Dragon” NGO International yang sudah punya reputasi dalam meng handle program pendidikan. Princeton Univeristy telah mempercayakan program ini dihandle oleh Where There Be Dragon dan selain meng hadle program juga berkewajiban mencari mitra kerja lokal, baik institusi pendidikan , Pemerintahan maupun NGO yang punya reputasi yang baik  di lima lokasi /Negara program Bridge Year.  Sejak berdiri tahun 1993, Dragons sudah meng handle ratusan program di Asia, Amerika Latin dan Afrika. Organisasi Where There Be Dragons, didedikasikan untuk menginspirasi leader leader muda dan kewarganegaraan global melalui pelayanan yang berbasis kemasyarakatan dan kebudayaan.

Waduh…!!!! pedas banget possal gomak ini
Ashley dan Noa, santai bersama keluarga mereka di Desa Sibaganding -Nagasaribu.
Pembibitan Kopi Lintong di tempat Manat Samosir, Desa Sirisi risi, Doloksanggul

Ada 8 Mahasiswa Princeton live in di Desa Nagasaribu, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara , yang dipandu oleh 3 orang intruktur dari Where There Be Dragons, bekerja sama dengan organisasi lokal KSU POM HUMBANG ( Koperasi UKM yang memproduksi kopi arabika sumatera lintong dan sudah pengalaman menghandel tour kopi dan homestay bagi mahasiswa dan tourist asing di Desa Nagasaribu. Mahasiswa dan instruktur tinggal dusun Tornaganjang, Hutabagasan, Banjartonga, Tambunan, Lumbangsapa, Sibaganding, Siparmuruk, Silaban Sibaganding.

Check In, Breafing , Reflection ,itulah yang mereka lakukan setiap hari, sambil ngopi kopi Arabika Sumatera Lintong , yang dibawakan salah satu instruktur sekaligus perwakilan ” the Dragons” di Indonesiea. Mbak Umi.
Christine, Instruktur di Where There Be Dragons, Suka Indonesia katanya, dan sangat senang membuat program ini di Sumatera Utara, Khususnya di kawasan danau toba.

Mereka berbaur dan hidup bersama selama 10 hari  dengan komunitas Batak Toba mendiami desa Nagasaribu. Sehari hari bisa berinteraksi dengan penduduk setempat, bekerja di rumah dan kebun host family,  mengajar dan berbagi pengetahuan di SD, SMP, SMA, Universitas sekitar, menikmati makanan lokal dan juga study tour ke tempat pengolahan kopi serta jalan jalan ke tempat wisata danau toba di kabupaten Humbang Hasundutan dan Tapanuli Utara.

Keluarga Besar Alexander Richard Krauel Nababan, Desa Banjar Tonga-Nagasaribu I Keluarga Bapak Tangkas Nababan
Keluarga Besar Oscar Benjamin Wu Patt Nababan Keluarga Bapak Nababan di Desa Banjar Tonga -Nagasaribu I
Oh…..I m gonna miss you oppung…. Esha, memeluk oppungnya karena tangis terharu melihat kepergian pahompunya pulang ke Amerika…amang tahe…..
Naomi br. Silaban dan Ibunya di Nagasaribu, Jalan jalan sore di Nagasaribu

Banyak pengalaman yang didapat selama “live in” , yang membuat mereka semakin paham akan nilai nilai hidup, budaya, adat istiadat, keberagaman serta komunitas  dimana mereka tinggal.

Dan tentunya semoga menginspirasi dan memotivasi ratusan generasi generasi milenial ( Gen Y) dan Generasi Z dimasa yang akan datang untuk masa depan yang lebih siap dan baik lagi, khsusnya di Desa nagasaribu, Humbang Hasundutan Sekitarnya.

Selama mereka di Nagasaribu, ternyata mereka buat map setiap rumah host family
ini keren!!!!! Peta Nagasaribu dari Naga yang handle program Where There Be Dragons ( Dimana Ada Naga) mereke tinggal di desa One Thousand Dragon Village ( Desa Naga Saribu ) dimana Naga di Desa ini sekarang sudah beranak sampai Nagasaribu 5. ehhh…ternyata barista kopi KSU POM Humbang yang selalu buat kopi Arabika Lintong Coffee rupanya marga si NAGA… Perfecto!!!! dan KEREN kan!!!
Living On The Jet Plane and Sumatera Lintong Coffee Included

Lho….tadi pertanyaannya,.

Gimana ceritanya Universitas Beken, Keren selevel Princeton bisa di Nagasaribu gitu…lho..

Ah….kek ga tau aja sih… jaringan KSU POM Humbang dan Sumatera Lintong Coffee yang sudah 4-G ini bah……Nantilah kita bagi-bagi jaringan ya..?

Smarfren maksudnya….?

Boh!!! Bukan,

“Because Sumatera Lintong Coffee Always Special”

 

Generasi Nagasaribu di masa yang akan datang…

Nagasaribu 11 September-22 September 2018

Live In Dusun : Tornaganjang, Banjartonga, Hutabagasan, Sitonggi-Tonggi, Tambunan, Siparmuruk, Sibaganding, Silaban

Incollaboration with Princeton University-Where There Be Dragons-Semasta Org-KSU POM Humbang Coop.

Million thanks to:

-Princeton University-Where there be Dragons -Perkumpulan Semasta-The KSU POM Humbang Coop dan team Sumatera Lintong Coffee-My Coffee my Adventure-Masyarakat Desa Nagasaribu khususnya dusun Tornaganjang, Banjartonga, Hutabagasan, Sitonggi-Tonggi, Tambunan, Siparmuruk, Sibaganding, Silaban,-SD N Pangasean-SMP N 3 Nagasaribu-SMA N 2 Lintongnihuta-AKKB Doloksanggul-Pemuda Pemudi Nagasaribu-Naposo Bulung NHKBP-Camat Lintongnihuta-Pemkab Humbang Hasundutan

IT Team and lensed by: Patiaraja, tomy Silaban,Chaly Group, Marcus Samosir.

Coordinator Program: Lampita Silaban-Sekjen KSU POM Humbang

Barista/Driver: Desmon Sinaga.

 

 

 

BERBAGI
Artikel sebelumya3 jam bersama Dubes Donovan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here