Beranda Coffee Talk

Mimura san, si pengembara, pemburu kopi Lintong

BERBAGI

Masih ingat waktu itu, rabu 23 Februari 2013, jam 4 sore di simpang sitongi-tongi Desa Nagasaribu, ada orang mirip orang jepang menunjukkan “tandok” dengan tulisan Kopi lintong. Waktu itu saya mau ke sitonggi-tonggi mau beli oli sepeda motor butut ku..Tiba-tiba lae amani Tupa Nababan, pemilik kedai kopi disudut simpang sitonggi-tonggi, langsung bilang, ” lae, alusi dongan mon.!, inna’ Bah…waktu itu, saya tidak ada agenda memang mau menjemput tamu atau kedatangan tamu. Suatu hal biasa di Nagasaribu, kalau ada tourist, apakah itu “nalilu” “setengah lilu” atau “resmi” masyarakat biasa bilang, ” oh itu pasti kawan si Gani, atau tamu ni par-koperasi atau par KSU.  lalu saya hampiri ” dan dengan feeling , langsung pakai bahasa jepang, ” Sumimasen….Doko e ikimasuka? (halo,maaf… Mau kemana…) “eee.??..Nihongo hanaseru no?” ( hehe….bisa bahasa Jepang ya?katanya terkejut melihat saya, ai ise do nuaeng on boi bahasa jepang di huta-huta, inna rohana ) “Hai, sukoshi hanaseru yo!” ( ya,, bisa sikit sikit ) nikku,,,”Boku wa lintong kohi wo sagashite iru kedo,..Koko wa lintong desu ka?” ( aku lagi cari kopi lintong, apakah disini lintong? ) katanya..sambil menunjukkan “tandok”( tandok= ayaman tempat beras/padi, disini tanah batak biasa dipakai untuk pesta, Lae saya pak tupa, mungkin berpikir, bahwa si jepang ini, mau ke pesta ( waktu itu ada memang pesta di desa sitakkubak dan aek mardugu nagasaribu)  cari alamat, padahal, dia mau bertanya sambil menunjukkan tandok yang bertuliskan ” kopi lintong” dalam huruf romawi dan hiragana (huruf jepang) itu, tempatnya dimana? apakah disini lintong?> Yah. persoalan bahasa lah..biasa..

74703_10200844416140542_169490105_n
Photo bersama dengan sepeda kesayangan

Pembicaraan kami langsung bla-bla-bla, dalam bahasa jepang dan english, dan langsung saya bilang kita malam ini tinggal dirumah saja, sambil membantu apa tujuan dan keperluannya datang. dan..mengejutkan,Bah… di naik sepeda rupanya..hehehe

Tinggal dirumah selama 2 hari,dia cerita cerita ternyata yang membawa dia mencari kopi lintong adalah, dia pernah membeli kopi lintong dari improter di jepang yang kemasanya di buat didalam tandok, dan mungkin karena kwalitas terbaik, dia ingin mencari asal kopi ini. Mengembara,,,! Dia telah mengembara selama 3 bulan, dengan naik sepeda. baru pulang dari afrika, kemudian ke Timor Leste dan Bali, dan Ke sumatra, Medan-Berastagi-Sidikalang-Doloksaggul-Lintongnihuta-Nagasaribu. Mengembara dengan sobatnya  sepeda buatan jepang yang sangat kuat dan kamera nikon buatan jadul (kamera manual, bukan digital) * memang, banyak saya lihat di stiker bagasi terlengket di sepedanya,rupanya dia selalu terbang bersama sepedaya….Mimura san, punya cafe kecil di Jepang dia Mimura coffee http://mimuracoffee.net/ sebagai owner, dia punya cita cita akan mengembara ke seluruh dunia untuk melihat petani-produsen kopi yang dia proses di cafe nya, dia mau membuat buku perjalanan nya ini.

553217_10200844432220944_1133006248_n
Mimura bersama Pak Tambunan ( Sicorpio-hehe) waktu itu sedang berburu”Aili” sitirip babi hutan di sipalpal Batuharang
601522_10200844451701431_289188145_n
Pak Tampubolon, di Tambok Langean-Batuharang Horbo (kerbau) itu,juga sangat senang diphoto, sampai dia tahan..tahan mau buang “bom atom”

Aroma Kopi lintong memang tiada duanya, insting Mimura san, sangat tepat, mencari aroma kopi lintong-kelintong nihuta dan Gani silaban ( hehehe) klop….pesan terkirim…

Seperti biasa, share ilmu coffee, berkungjung ke kebunku, di batuharang melihat kebun kopi yang sudah berumur 100 tahun ( varietas lasuna, garunggang, jember) berkungjung ke SCC ( Sumatra Specialty Coffee) di silangit. Malah masih sempat bawa ke bukit sipalakki menjumpai mahasiwaku AKPER yang sedang belajar Bahasa Jepang.

557899_10200844503742732_806290792_n
Bersama mahasiswa AKPER Kesehatan Baru Doloksanggul, yang sedang belajar Bahasa Jepang ( Nihongo)

Ada satu peninggalan yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang dan masih kusimpan di gudang kami, Sepeda Gunung Olympus made in Japan. Dia bilang, “saya sudah bersama dengan sepeda ini selama 10 tahun, aku titip ini di rumahmu dan menjadi milikmu, tapi kalau ada orang jepang kesini, boleh di pinjamkan ya!!” Oh..!! Thank You My God and Mimura san,” inna rohakku bersyukur,.

Dia pulang via mobil trans88ke medan dengan bagasi yang penuh cangkir, ceret, panci dan tentunya ” Kopi Lintong”

225320_10200844549743882_2134838416_n
Sepeda Gunung tinggal di Nagasaribu

Terima Kasih untuk sang pengembara

Nagasaribu 25 Februari 2013.

#Sitonggi-tonggi, Tornaganjang, Batuharang, Silangit,Lintonihuta, Doloksanggul #

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here